<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>PJ-Iprekas-Januari-2010</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/95</link>
<description>Kumpulan E-Journal Iprekas Periode Januari 2010</description>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 01:47:13 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-05T01:47:13Z</dc:date>
<item>
<title>Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos-Chanos ) Tanpa Duri</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/107</link>
<description>Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos-Chanos ) Tanpa Duri
Vatria, Belvi
Ikan bandeng adalah ikan yang banyak digemari oleh masyarakat kita , banyak hasil olahan ikan bandeng yang kita ketahui antara lain bandeng asap, bandeng presto dan lainnya . Meski mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari namun ikan bandeng mempunyai kelemahan banyak duri yang tersebar diseluruh bagian daging.  Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses diversifikasi produk olahan hasil perikanan yang baru di masyarakat. Bandeng tanpa duri adalah ikan bandeng segar dimana secara biologi struktur tubuhnya banyak terdapat duri halus, dan untuk menghilangkan faktor pembatas duri halus tersebut telah tersedia teknologi tepat guna yang sederhana melalui pengkajian letak dan struktur duri dan menghilangkannya dengan cara mencabut duri. Ikan bandeng tanpa duri merupakan produk yang masih mentah dan diharapkan produk tersebut dapat  diolah menjadi produk lanjutan seperti bandeng asap tanpa duri atau produk-produk olahan lainnya.
</description>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/107</guid>
<dc:date>2013-02-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perubahan Pola Ruang Perkotaan Dalam Transformasi Sosial Budaya Masyarakat Tepian Sungai Kapuas di Pontianak – Kalimantan Barat</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/102</link>
<description>Perubahan Pola Ruang Perkotaan Dalam Transformasi Sosial Budaya Masyarakat Tepian Sungai Kapuas di Pontianak – Kalimantan Barat
Bayu, Chandra; Susanto, Agus
Sebagai kota tepian sungai, eksistensi kehidupan air pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat dipusat kota Pontianak diimplementasikan dalam wujud pola ruang perkotaan yang dibentuknya. Dalam dinamika pertumbuhan dan perkembangan yang dibentuk dalam waktu panjang dan terakumulasi dari setiap tahapan perkembangannya, muncul pola ruang perkotaan yang tidak terkendali dan terlepas dari nilai kehidupan sungai.&#13;
Ketika kota memerlukan penataan dalam mengatasi segenap permasalahan yang ada, penelitian ini diperlukan sebagai studi yang dapat menjelaskan bentuk perkembangan yang terjadi dan kelemahan yang dihadapinya. Sehingga tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui intensitas dan integritas perkembangan pola ruang dalam transformasi nilai-nilai budaya yang membentuknya.&#13;
Lokasi yang dijadikan sebagai kawasan terpilih dalam penelitian ini terletak pada kawasan perdagangan pasar Kapuas besar sebagai kawasan tepian sungai yang awalnya merupakan pusat kota dan telah mengalami perubahan baik elemen fisik maupun non fisik.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik kualitatif dengan pendekatan analisis sinkronik melalui teknik super impose dari tahapan perkembangannya. Variabel dalam penelitian ini mencakup aspek figure-ground (Bentuk pertumbuhan, urban solid-void, susunan ruang kawasan), linkage (sistem pergerakan kawasan), place (nilai-nilai sosio ekonomi masyarakat).&#13;
Dari penelitian ini, perjalanan perkembangan kota Pontianak dalam tiga periode memperlihatkan terjadinya perubahan nilai-nilai sosial budaya masyarakat tepian sungai yang terorientasi pada sosio-ekonomi dibentuk oleh komunitas pribumi dan imigran cina dalam mengekpansi ruang perkotaan, hal ini disebabkan dengan adanya pembentukan dua pola pergerakan parit didalam kawasan. sehingga didalam salah satu pola pergerakan tersebut menimbulkan rasa kepemilikan terhadap parit sebagai ruang komersial yang selanjutnya tumbuh menjadi susunan massa bagunan. Akibatnya muncul ekspresi pola ruang perkotaan yang dibentuk melepas citra kehidupan sungai didalam kawasan.
</description>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/102</guid>
<dc:date>2013-02-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Ruang Terbuka Hijau</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/96</link>
<description>Ruang Terbuka Hijau
Arianti, Iin
Saat ini, dengan semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup, menyebabkan timbulnya kesadaran masyarakat untuk menyediakan ruang-ruang yang bisa dipergunakan sebagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan baik. Ruang-ruang yang dimaksud adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH).&#13;
Ruang terbuka hijau ini memiliki multi fungsi yaitu sebagai kelestarian lingkungan, sosial, budaya dan olah raga. RTH ini dapat berupa sebuah area terbuka berupa area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.&#13;
RTH ini pada dasarnya dapat berupa RTH Publik, yang penyediaan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota, atau RTH Privat, yang penyediaan dan pemeliharaannya menjadi tanggungjawab pihak/lembaga swasta, perseorangan dan masyarakat yang dikendalikan melalui izin pemanfaatan ruang oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
</description>
<pubDate>Sat, 16 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/96</guid>
<dc:date>2013-02-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
