<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>PJ-Vokasi-8-3-Oktober-2012</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/66</link>
<description>Kumpulan e-Journal Vokasi Vol. 8 No. 3 Oktober 2012</description>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 01:54:07 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-05T01:54:07Z</dc:date>
<item>
<title>Konsep Perilaku Teritorialitas di Kawasan Pasar Sudirman Pontianak</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/99</link>
<description>Konsep Perilaku Teritorialitas di Kawasan Pasar Sudirman Pontianak
Kurniadi, Fery; Pramitasari, Diananta; Wijono, Djoko
As&#13;
the capital city of the Province of West Kalimantan, Pontianak has become a&#13;
'magnet' for economic actors, included the Street-Vendor. The Government has&#13;
not fully able to provide a place for vendors to move  as one of the potential of community-based&#13;
economic. One of the Local Government effort is ‘Awning Program' in Sudirman&#13;
market to provide location for informal sector. However, that case causes the&#13;
next problems which are: the used space conflict among the users, where in&#13;
Environment and Behavior Architecture it is called as Territoriality Problem.&#13;
The method that was used to learn the territoriality conception was on&#13;
quantitative with descriptive statistic and on qualitative with user group's&#13;
territoriality mapping. Data were gathered by interviews, questioners, person&#13;
centered mapping, place centered mapping, and physical tracing. By the analysis&#13;
result it were found six user group's territoriality: Primary Territory User Group Street-Vendor; Primary Territory User Group Shop-Owner; Primary Territory User Group Parking-Man; Primary Territory User Group Pedestrian And Driver; And Secondary&#13;
Territoriality. Afterwards, those six were grouped on three user groups&#13;
territoriality: "Invator"; "Aggresor"; and "Penderita".
</description>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/99</guid>
<dc:date>2013-02-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Audit Energi pada Bangunan Gedung Direksi PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero)</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/71</link>
<description>Audit Energi pada Bangunan Gedung Direksi PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero)
Marzuki, Achmad; Rusman
Kantor gedung direksi PT. Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) berada di daerah perkantoran dan bisnis, jalan Sultan Abdurrachman No. 11 Pontianak, Kalimantan Barat. Kebutuhan energi listrik untuk operasional gedung disuplai dari PLN sebagai sumber utama dengan daya sebesar 240 kVA dan sumber listrik cadangan (genset) berkapasitas 250 kVA. Kualitas daya listrik yang disuplai oleh PLN melalui transformator distribusi pada gedung tersebut cukup baik, dari hasil pengukuran parameter tegangan, arus dan faktor daya (power factor) masih memenuhi standard mutu yang ditetapkan oleh IEC. Komposisi pengguna energi terbagi dalam tiga kelompok beban yaitu; beban penerangan 4,54%, air conditioner (AC) 57,36% dan peralatan kantor lainnya 38,10%. Berdasarkan standard konservasi energi yang digunakan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia dan ASEAN - USAID, intensitas konsumsi energi (IKE) dalam gedung digolongkan dalam dua bagian yaitu ruangan ber-AC dan tanpa AC. Penggunaan energi listrik rata-rata dari rekening listrik selama 8 bulan dari bulan maret sampai dengan Oktober 2011 adalah sebesar 39,593 kWh/bulan, dengan tariff rata-rata sebesar Rp 966,10 /kWh. Potensi penghematan dari selisih penggunaan energi dari penggantian AC konvensional dengan AC inverter hemat energi untuk seluruh gedung kantor direksi PT. PN XIII (Persero) adalah sebesar Rp 13,083,536 /bulan atau Rp 157,002,429 /tahun. Penggantian lampu TL dengan lampu LED tidak terlalu signifikan dalam penurunan rekening listrik karena prosentasenya cukup kecil, namun dalam jangka panjang akan berdampak positip bagi lingkungan, juga panas yang dihasilkan oleh lampu LED jauh lebih rendah (lebih sejuk) dari lampu lain sehingga dapat menurunkan beban kerja AC, dan apabila teknologinya sudah lebih murah, lampu LED merupakan alternatif pilihan yang tepat untuk solusi hemat energi pada sistem penerangan.
</description>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/71</guid>
<dc:date>2013-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Teacher’s Perception and The Role in HIV/AIDS Prevention in The Students of Senior High School in Pontianak Municipality</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/70</link>
<description>Teacher’s Perception and The Role in HIV/AIDS Prevention in The Students of Senior High School in Pontianak Municipality
Suryana, Budi; Abral
Promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran melalui sektor pendidikan merupakan suatu cara pencegahan HIV/AIDS dikalangan remaja, maka peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS menjadi sangat penting. Sebagai penyampai informasi hendaknya guru mempunyai pemahaman yang baik, karena guru dibutuhkan sebagai seorang agen kunci bagi siswa dalam merespon masalah HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Mengetahui hubungan persepsi guru dan peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMA di Kota Pontianak. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan didukung data kualitatif melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah guru dan siswa dengan unit analisis 8 Sekolah Menengah Atas berdasarkan kategori standar sekolah. Dengan total 400 responden, diambil secara stratified random sampling. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman, dengan taraf signifikansi p&lt;0,05. Guru memiliki peranan tinggi dalam pencegahan HIV/AIDS dengan persentase 50,5%, memiliki persepsi baik 53,5% dan memiliki pengetahuan tinggi tentang HIV/AIDS 50,0%. Terdapat hubungan positif antara persepsi dan pengetahuan dengan peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS. Dengan makna bahwa semakin baik persepsi guru tentang HIV/AIDS, semakin tinggi peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS. Selanjutnya semakin tinggi pengetahuan guru tentang pencegahan HIV/AIDS, semakin tinggi peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMA di Kota Pontianak. Pengetahuan dan persepsi baik tentang HIV/AIDS dapat meningkatkan peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa, maka penting bagi guru sebagai penyampai informasi mempunyai pemahaman yang baik.
</description>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/70</guid>
<dc:date>2013-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Pertumbuhan Tanaman Meranti Pada Sistem Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) (Meranti Plants Growth Analysis In TPTJ System)</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/69</link>
<description>Analisis Pertumbuhan Tanaman Meranti Pada Sistem Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) (Meranti Plants Growth Analysis In TPTJ System)
Hardiansyah, Gusti
PT Suka Jaya Makmur (SJM) in West Kalimantan is one of forest concessionaires in Indonesia that adopt the Intensive Sylviculture System (TPTJ), while the most common system in Indonesia is Selective Cutting and Planting System (TPTI). Through TPTJ sylviculture sytem, only selected timber are allowed to be harvested (diameter ≥ 40 cm), which then followed by strip line planting activity. The TPTJ system is likely able to prevent degradation of forest resource compare to common TPTI system, thus it has potency to reduce greenhouse gas emission (GHG). This study aims to analyze plant growth meranti and measure the potential environmental affects plant growth on the system TPTJ.
</description>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/69</guid>
<dc:date>2013-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
