<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>PJ-Vokasi-10-2-Desember-2014</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/388</link>
<description>Kumpulan e-Journal Vokasi Vol. 10 No. 2 Desember 2014</description>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 01:32:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-05T01:32:27Z</dc:date>
<item>
<title>KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DITINJAU DARI KREATIVITAS MAHASISWA</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1219</link>
<description>KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DITINJAU DARI KREATIVITAS MAHASISWA
Ichsan
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan hasil belajar belajar statistika yang lebih baik dari model pembelajaran konvensional pada mata kuliah statistika; (2) kreativitas belajar tinggi memberikan hasil belajar statistika yang lebih baik dari kreativitas belajar dan rendah; (3) ada interaksi antara model pembelajaran dan kreativitas belajar mahasiswa terhadap hasil belajar. Populasi penelitian ini seluruh mahasiswa semester 2 peserta mata kuliah statistika Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak terdiri dari empat kelas. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan uji Bartlett. Analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Simpulan penelitian diperoleh adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan hasil belajar yang sama baiknya dengan pembelajaran konvensional, perbedaan kreativitas belajar tidak membedakan hasil belajar, dan tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan kreativitas belajar terhadap hasil belajar.
</description>
<pubDate>Mon, 10 Oct 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1219</guid>
<dc:date>2016-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KARAKTERISTIK CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COARSE (HRS – WC) PADA PEMADATAN DI BAWAH SUHU STANDAR</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1218</link>
<description>KARAKTERISTIK CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COARSE (HRS – WC) PADA PEMADATAN DI BAWAH SUHU STANDAR
Heryanto; Sylvia Manurung, Sondang
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik yang terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fleksibilitas, dan juga dituntut memiliki stabilitas yang cukup dalam menerima beban lalu lintas yang secara langsung bekerja pada lapisan ini. Untuk dapat mencapai kriteria tersebut, faktor komposisi campuran, proses produksi dan proses pelaksanaan pemadatan di lapangan sangat penting diperhatikan. Di dalam pelaksanaan di lapangan, pemadatan sering dilakukan di bawah rentang suhu standar. Berdasarkan uraian tersebut,maka masalah yang dapat diajukan adalah bagaimana karakteristikcampuran HRS–WC yang dipadatkan di bawah suhu standar dan bagaimana tingkat kualitas campuran HRS–WC yang dipadatkan di bawah suhu standar. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan membuat sejumlah campuran HRS-WC dengan Kadar Aspal Optimum kemudian dilakukan pemadatan dengan suhu yang berbeda, mulai dari suhu standar, 10°C dibawah suhu standar dan 20°C dibawah suhu standar. Masing-masing contoh benda uji tersebut kemudian dilakukan pengujian, mulai dari pengujian material, Marsall Test, hingga pengujian nilai Stabilitas, Nilai Flow, Nilai VIM (Voids in Mixed/rongga dalam campuran), Nilai VFB (Voids Filled with Bitument/ rongga terisi aspal), Nilai MQ (Marshal Quotient) dari berbagai variasi suhu pemadatan dilakukan analisis dengan membandingkannya dengan spesifikasi standar. Dari hasil penelitian didapat bahwa karakteristik Lataston (HRS–WC) terjadi perubahan, terjadi penurunan kualitas yang terlihat dari hasil uji. Semakin rendah suhu pemadatan, semakin menurun kualitasnya.
</description>
<pubDate>Mon, 10 Oct 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1218</guid>
<dc:date>2016-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH HEAT MOISTURE TREATED (HMT) TERHADAP PROFIL GELATINISASI TEPUNG JAGUNG</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1217</link>
<description>PENGARUH HEAT MOISTURE TREATED (HMT) TERHADAP PROFIL GELATINISASI TEPUNG JAGUNG
Anandika Lestari, Oke; Kusnandar, Feri; Sri Palupi, Nurheni
Corn flour is potentially used as a raw material in the production of corn noodle.The technology has been developed, but the result showed that the corn noodle had high cooking loss, low eslasticity, and sticky. One of method to overcome by the above problem was by substituting the corn flour with physically modified Head Moisture Treated (HMT)corn flour in corn noodle formulation. This research was objected to show the effect of Heat Moisture Treated on profile gelatinization of corn flour.The results of the study showed gelatinization profile changes from type B to type C.
</description>
<pubDate>Mon, 10 Oct 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1217</guid>
<dc:date>2016-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS OBAT KUMUR DALAM MENGHILANGKAN BAU MULUT (HALITOSIS) PADA PEROKOK AKTIF</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1216</link>
<description>EFEKTIVITAS OBAT KUMUR DALAM MENGHILANGKAN BAU MULUT (HALITOSIS) PADA PEROKOK AKTIF
Husna, Asmaul; Abral
Bau mulut merupakan keadaan tidak sedap pada mulut, atau nafas kurang sedap. Masalah ini cukup sering dialami oleh banyak orang. Namun keseringan orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami bau mulut. Ada banyak penyebab yang mengakibatkan bau mulut, salah satunya yaitu dikarenakan konsumsi rokok. Bagi orang yang mengalami bau mulut tidak jarang mereka menggunakan obat kumur untuk mengatasi bau tersebut, termasuk para perokok. Penggunaan obat kumur sebenarnya sah-sah saja bila penggunaannya sesuai dengan anjuran praktisi kesehatan. Obat kumur merupakan cairan yang digunakan untuk memberikan kesegaran mulut dan nafas serta menghilangkan bau mulut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efektivitas obat kumur dalam menghilangkan bau mulut pada perokok aktif. Hasil penelitian diketahui bahwa obat kumur efektif dalam menghilangkan bau mulut pada perokok aktif yang mengkonsumsi rokok kurang dari 10 batang perhari yaitu dari 6 orang yang tidak mengalami halitosis sebelum menggunakan obat kumur menjadi 17 orang setelah menggunakan obat kumur. Dari hasil uji t-Test yang dilakukan di peroleh selisih mean (mean different) sebelum dan sesudah menggunakan obat kumur yaitu 0,550 dengn probabilitas 0,00. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan karena probabilitasnya lebih kecil dari 0,05. Obat kumur mempunyai keunggulan menyegarkan mulut 5,5 atau 6 kali lebih segar daripada yang tidak menggunakan obat kumur.
</description>
<pubDate>Mon, 10 Oct 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1216</guid>
<dc:date>2016-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
