<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Teknik Mesin</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/11</link>
<description>ME</description>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 01:54:11 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-05T01:54:11Z</dc:date>
<item>
<title>Proposal TA Pembuatan Mesin Pengolah Sabut Kelapa Multifungsi</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2399</link>
<description>Proposal TA Pembuatan Mesin Pengolah Sabut Kelapa Multifungsi
Purnama, Pria Indra
Kelapa (Cocos nucifera) adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir pada semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, khususnya bagi masyarakat pesisir kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini (VIRGIA, 2012). Namun, sebagian besar masyarakat sekitar hanya mengambil daging dan tempurungnya saja sedangkan untuk sabut kelapa dibiarkan begitu saja bahkan menjadi limbah. Sangat disayangkan jika kita melihat potensi dari sabut kelapa yang banyak sekali.&#13;
Sabut kelapa merupakan bagian terluar buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa. Ketebalan sabut kelapa berkisar 5-6 cm yang terdiri atas lapisan terluar (exocarpium) dan lapisan dalam (endocarpium). Sabut kelapa dapat diolah menjadi beragam produk jadi dan setengah jadi yang memiliki nilai jual tinggi. Produk tersebut antara lain: tali sabut, keset, serat sabut (cocofibre), serbuk sabut (cocopeat), serbuk sabut padat (cocopeatbrick), cocomesh, cocopot, cocosheet, coco fiber board (CFB) dan cococoir (Indahyani, 2011).
</description>
<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2399</guid>
<dc:date>2025-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Proposal Tugas Akhir Perancangan Mesin Pengolah Sabut Kelapa Multifungsi</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2398</link>
<description>Proposal Tugas Akhir Perancangan Mesin Pengolah Sabut Kelapa Multifungsi
Renaldy, Dedy
Kelapa (Cocos nucifera) adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau&#13;
Arecaceae dan merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini&#13;
dimanfaatkan hampir pada semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai&#13;
tumbuhan serbaguna, khususnya bagi masyarakat pesisir kelapa juga adalah sebutan&#13;
untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini (VIRGIA, 2012). Namun masyarakat belum&#13;
memanfaatkan secara optimal bagian dari buah kelapa bahkan dianggap limbah yang&#13;
mana bisa memiliki nilai tambah yaitu sabut kelapa.&#13;
Sabut kelapa merupakan bagian terluar buah kelapa yang membungkus&#13;
tempurung kelapa. Ketebalan sabut kelapa berkisar 5-6 cm yang terdiri atas lapisan&#13;
terluar (exocarpium) dan lapisan dalam (endocarpium). Sabut kelapa dapat diolah&#13;
menjadi beragam produk jadi dan setengah jadi yang memiliki nilai jual tinggi. Produk&#13;
tersebut antara lain: tali sabut, keset, serat sabut (cocofibre), serbuk sabut (cocopeat),&#13;
serbuk sabut padat (cocopeatbrick), cocomesh, cocopot, cocosheet, cocofiber board&#13;
(CFB) dan cococoir (Indahyani, 2011).&#13;
Pada penelitian (Abdul Gafur, 2022) telah dilakukan rancang bangun mesin&#13;
pengurai sabut kelapa yang menghasilkan cocopeat dan cocofiber. Metode yang&#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, dimulai dari studi literatur,&#13;
desain dan perhitungan, gambar detail, pembuatan mesin, dan uji unjuk kerja. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa mesin bertenaga bensin 5 HP dapat mengolah 33 kg&#13;
sabut kelapa kering per jam, menghasilkan hampir 14 kg cocopeat dan 17 kg cocofiber.&#13;
Pada penelitian tersebut hanya terdapat satu fungsi dari alat yang dihasilkan yaitu&#13;
hanya sebagai pengurai sabut kelapa.
</description>
<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2398</guid>
<dc:date>2025-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Proposal Tugas Akhir Rancang Bangun Mesin Pemilah Sampah Organik dan Anorganik dengan Kapasitas 400kg/jam</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2397</link>
<description>Proposal Tugas Akhir Rancang Bangun Mesin Pemilah Sampah Organik dan Anorganik dengan Kapasitas 400kg/jam
Dinasty, Rama
Salah satu permasalahan yang tidak pernah jauh dari masyarakat, yaitu masalah sampah. Sampah merupakan material sisa yang dianggap sudah tidak bermanfaat bagi manusia dan harus dibuang. Sampah yang menumpuk, selain menimbulkan bau yang kurang sedap juga membuat lingkungan kurang nyaman dan tidak sehat. Cara yang paling mudah untuk menangani masalah sampah yaitu dengan cara memisahkan antara sampah organik dan anorganik dengan benar Sehingga akan memudahkan para petugas kebersihan dalam mengelolanya dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.&#13;
Kurangnya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan mengakibatkan menumpuknya sampah disembarang tempat terkadang menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu kesehatan. Setiap hari manusia menghasilkan sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah industri yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Pengelolahan sampah yang buruk dapat menyebabkan masalah pada lingkungan dan menimbulkan kerugian. Adanya tempat sampah seakan tidak begitu berarti karena kebanyakan orang lebih suka membuang sampah secara sembarangan.&#13;
Sampah dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah / limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang terdapat dialam seperti tumbuhan dan hewan, serta berbagai macam hasil olahan yang kemudian dibuang dan dapat terurai secara alami, contohnya kulit buah, sisa sayuran. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah / limbah yang dihasilkan dari berbagai macam proses, dimana sampah jenis ini tidak akan bisa terurai secara alami, contohnya plastik bungkus makanan, sterofom dan pecahan kaca. Dalam kehidupan sehari hari sering masyarakat tidak tahu perbedaan kedua sampah tersebut, sehingga orang membuang sampah tidak sesuai dengan tempat yang telah disediakan.&#13;
Tempat sampah yang ada sekarang ini kebanyakan masih berkumpul menjadi satu antara sampah organik dan anorganik. Berdasarkan masalah tersebut, pada tugas akhir ini dibuat sebuah mesin pemilah sampah organik dan anorganik agar sampah dibuang sesuai dengan jenisnya dengan sistem penggerak motor listrik berkapasitas 400 Kg / Jam&#13;
Penulis bertujuan untuk membuat mesin pemilah sampah organik dan anorganik dimana penggunaanya dapat langsung memilah sampah yang masuk menurut jenisnya yaitu sampah organik berupa kompos atau sisa sayuran maupun sampah anorganik&#13;
2&#13;
berupa plastik (kantong kresek), dan dapat juga mempermudah petugas kebersihan dalam mengengola sampah. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul “Rancang Bangun Mesin Pemilah Sampah Organik Dan Anorganik Dengan Kapasitas 400 Kg / Jam”.
</description>
<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2397</guid>
<dc:date>2025-02-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perancangan Mesin Pemotong Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2377</link>
<description>Perancangan Mesin Pemotong Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit
Saputra, Yuda
Pada pembuatan Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan mesin pemotong gulma pada perkebunan kelapa sawit dengan penggerak motor bakar bensin, tujuannya adalah merencanakan komponen elemen mesin seperti perhitungan motor bensin, kecepatan putar pemotongan, tegangan geser gulma, poros, pasak, bantalan, pengelasan, puli dan sabuk. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan perhitungan sesuai dangan rumus-rumus perancangan elemen mesin. Hasil dari perencanaan ini adalah, mesin ini menggunakan penggerak motor bakar bensin dengan daya 1,5 hp, dengan putaran 1000 rpm, jenis sabuk -V belt A- 40 panjang 102 cm, poros yang digunakan bahan baja ST 37 panjang 300 mm dengan diameter 17 mm, bantalan yang digunakan adalah bantalan bola tipe UCP 203 dan mata pisau yang digunakan adalah bahan baja.&#13;
Kata kunci: perencanaan, mesin pemotong gulma kelapa sawit, gulma sawit
-
</description>
<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2377</guid>
<dc:date>2024-06-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
