<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel rdf:about="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2299">
<title>2021</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2299</link>
<description>Kumpulan Prosiding Tahun 2021</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2300"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-05T01:33:14Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2300">
<title>Internalisasi Karakter Entrepreneur pada Santri  Pondok Pesantren Darul Mafahim Pontianak Kalimantan Barat</title>
<link>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2300</link>
<description>Internalisasi Karakter Entrepreneur pada Santri  Pondok Pesantren Darul Mafahim Pontianak Kalimantan Barat
Riyadhi, Baidhillah; Syafiddin, Wasian; Mujahidah, Nelly
Pondok Pesantren merupakan wadah belajar bagi para santri muslim. Secara umum pondok pesantren dapat &#13;
diklasifikasikan menjadi 2 (dua) bentuk. Yakni pondok pesanren tradisional (salaf) dan pondok pesantren modern &#13;
(kholaf). Pengklasifikasian pondok pesantren didasarkan pada kurikulum dan metode pengajian. Namun seiring &#13;
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), saat ini permasalahan dikotomi ilmu tersebut &#13;
sudah mulai lebur, karena adanya kesadaran pengelola pondok pesantren yang mengajarkan agama Islam secara &#13;
menyeluruh (kaffah) kepada para santri. Karakter mandiri, merupakan salah satu nilai yang diajarkan pada pondok &#13;
pesantren. Melalui internalisasi nilai kewirausahaan maka karakter kemandirian santri akan terbentuk. &#13;
Pemberdayaan pada berbagai jenis kewirausahaan merupakan wujud usaha (ikhtiar) dalam mewujudkan santri &#13;
yang mandiri. Adapun langkah yang menjadi tahapan dalam internalisasi nilai entrepreneur pada santri: 1) &#13;
menyampaikan dalil-dalil naqli tentang entrepreuner. 2) mengadakan pelatihan entrepreuner. 3) mengadakan &#13;
pendampingan entrepreneur. Metode yang digunakan untuk menanamkan nilai entrepreuner adalah metode &#13;
ceramah dan metode uswah. Simpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini, bahwa : 1) Dalam proses perancangan &#13;
pelaksanaan kegiatan PPM harus memperhatikan riset-riset pendahuluan terkait dengan isu terkini dalam konteks &#13;
PPM dan menganalisis kebutuhan khalayak sasaran. 2) Pelatihan teknik sablon pada media kain/kaos dan seminar &#13;
kewirausahaan, dinilai cukup efektif menjadi bekal peserta menjadi santripreneur yang siap terjun kemasyarakat &#13;
karena mereka sudah dibekali salah satu keahlian ekonomi kreatif yakni sablon pada media kain/kaos.
</description>
<dc:date>2023-07-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
