<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>Lain-lain</title>
<link href="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1369" rel="alternate"/>
<subtitle>e-Journals</subtitle>
<id>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/1369</id>
<updated>2026-04-05T01:34:28Z</updated>
<dc:date>2026-04-05T01:34:28Z</dc:date>
<entry>
<title>Lagu Indonesia Raya (Lirik) - Kemendikbudristek</title>
<link href="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2364" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2364</id>
<updated>2024-05-07T12:17:18Z</updated>
<published>2024-05-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Lagu Indonesia Raya (Lirik) - Kemendikbudristek
</summary>
<dc:date>2024-05-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KUALITAS LAYANAN DESTINASI WISATA KEPULAUAN (BAHARI) DI INDONESIA</title>
<link href="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2361" rel="alternate"/>
<author>
<name>Herdiansyah, Dedi</name>
</author>
<author>
<name>Fahrizal, Meizi</name>
</author>
<author>
<name>Suprihartini, Lia</name>
</author>
<id>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2361</id>
<updated>2024-02-27T12:02:07Z</updated>
<published>2024-02-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KUALITAS LAYANAN DESTINASI WISATA KEPULAUAN (BAHARI) DI INDONESIA
Herdiansyah, Dedi; Fahrizal, Meizi; Suprihartini, Lia
Tujuan Penelitian kali ini adalah menemukan konsep kualitas layanan destinasi wisata&#13;
kepulauan (Bahari). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan&#13;
metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa Kualitas Layanan Destinasi Wisata Bahari, ditentukan oleh 4 (empat) dimensi yaitu: 1).&#13;
Aksesibilitas. Tersedia alat transportasi penyebrangan, namun kapal tradisional penangkap ikan&#13;
masyarakat yang dimodifikasi untuk angkutan orang, barang dan kendaraan; 2). Amenitas.&#13;
Tersedia berbagai alternatif akomodasi, mulai dari hanya sekedar sewa lahan buat mendirikan&#13;
tenda, sewa kamar di rumah penduduk, dan penginapan dalam bentuk vila dan homestay.&#13;
Namun penginapan memiliki keterbatasan jam operasi listrik; dan 3). Atraksi. Wisata andalan&#13;
adalah alam seperti pemandangan laut dan snorkling karang nemo dan setiap setahun sekali&#13;
diadakan spesial even (Festival Lemukutan). Namun belum tersedia atraksi budaya, baik seni&#13;
tari maupun seni musik yang menunjukkan khas daerah. 4). Penunjang. Pulau Lemukutan sudah&#13;
memiliki Pokdarwis, namun SDM mereka masih mengandalkan wawasan dan pengetahuan&#13;
otodidak, tidak ada latar belakang pendidikan formal ataupun nonformal. Peran serta berbagai&#13;
pihak sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas manajerial mereka dan peningkatakan&#13;
kualitas sarana prasarana pendukung wisata
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran&#13;
http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp&#13;
Volume 6 Nomor 4, 2023&#13;
P-2655-710X e-ISSN 2655-6022
</summary>
<dc:date>2024-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Economic Consequences and Positive Accounting Theory</title>
<link href="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2349" rel="alternate"/>
<author>
<name>Razak, A.</name>
</author>
<id>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2349</id>
<updated>2024-01-04T16:38:03Z</updated>
<published>2024-01-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Economic Consequences and Positive Accounting Theory
Razak, A.
This paper reviews economic consequences as a choice of attitudes toward accounting policies.&#13;
Economic consequences are an anomaly to the theory of efficient securities markets. This theory fails to&#13;
explain market behavior concerning the accounting policies made. To overcome this, a positive&#13;
accounting theory is attempted to be built which can explain that accounting policy is a choice of attitude&#13;
towards economic consequences
</summary>
<dc:date>2024-01-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Revolusi Mental Berbasis Akhlak Mulia</title>
<link href="http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2295" rel="alternate"/>
<author>
<name>Riyadhi, Baidhillah</name>
</author>
<id>http://repository.polnep.ac.id:80/xmlui/handle/123456789/2295</id>
<updated>2023-07-20T11:50:52Z</updated>
<published>2023-07-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Revolusi Mental Berbasis Akhlak Mulia
Riyadhi, Baidhillah
Revolusi mental merupakan slah satu gerakan yang diusung oleh Presiden Joko Widodo &#13;
untuk memperbaiki mental bangsa Indonesia. Diadakannya gerakan revolusi mental, dapat &#13;
dipahami karena dilatar belakangi oleh adanya temuan beberapa kasus yang dinilai negatif. &#13;
Seperti beredarnya narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) dikalangan masyarakat, &#13;
khususnya pemuda. Premanisme, korupsi, pelecehan seksual dan lain-lain. Dengan &#13;
dilakukannya revolusi mental, diharapkan dimensi-dimensi yang ternilai negatif dapat &#13;
dirubah menjadi ternilai positif (baik). Program revolusi mental tidak akan berhasil &#13;
diwujudkan tanpa adanya sinergi yang apik di antara rakyat Indonesia yang melaksanakan &#13;
kebijakan Pemerintah dengan Pemerintah Indonesia yang memiliki otoritas dalam membuat &#13;
kebijakan.&#13;
Bagi kaum muslimin, pada khususnya, dan bagi umat manusia pada umumnya, figur Nabi &#13;
Muhammad SAW adalah teladan yang telah melaksanakan revolusi mental umat, sehingga &#13;
berhasil mengantarkan umat manusia dari kegelapan kebodohan (jahiliyah) menjadi &#13;
keberadaban dalam pergaulan kemanusiaan dan ketuhanan. Berkaitan dengan revolusi mental &#13;
ada misi suci yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW, yakni “menyempurnakan Akhlak”.&#13;
Akhlak merupakan keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan &#13;
perbuatan-perbuatan tanpa melalui pemikiran dan pertimbangan. Dengan demikian, akhlak &#13;
merupakan cerminan jiwa yang terlihat, karena jiwa sifatnya masih abstrak dan tidak &#13;
tersentuh oleh panca indera. Sehingga ia akan muncul secara spontan tanpa memerlukan &#13;
pemikiran dan pertimbangan karena telah menjadi karakter hidupnya.&#13;
Revolusi mental dalam bidang pendidikan, sangat penting untuk dilakukan. Revolusi dapat &#13;
dilakukan dengan mengusahakan terlaksananya proses internalisasi akhlak yang mulia. &#13;
Dengan berdasarkan pada 10 dasar akhlak mulia, yakni: Taubat, Zuhud, ‘uzlah, Qana’ah, &#13;
Sabar, Tawakkal, Dzikir, Tawajjauh, Muraqabah, dan Ridlo. Internalisasi akhlak mulia &#13;
merupakan tanggung jawab dari orang tua, guru dan masyarakat. Tahapan internalisasi dapat &#13;
dilakukan melalui empat tahapan sehingga menjadi karakter. Adapun 4 tahapan tersebut: 1) &#13;
pemahaman, 2) pelatihan, 3) pembiasaan dan 4) menjadikan akhlak mulia sebagai karakter.
</summary>
<dc:date>2023-07-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
